5 Tips Aman Berkendara Motor Selama Bulan Puasa

5 Tips Aman Berkendara Motor Selama Bulan Puasa (2)

Ramadan adalah bulan penuh makna. Selama berpuasa, kita menahan lapar dan haus sejak pagi hingga matahari terbenam. Perubahan pola makan dan jam tidur sering kali membuat tubuh lebih mudah lelah dan konsentrasi menurun. Meski begitu, keselamatan saat berkendara sepeda motor tetap harus menjadi prioritas.

Berkendara dalam kondisi berpuasa memang menuntut perhatian ekstra. Rasa kantuk, lemas, dan kurang fokus bisa saja muncul di tengah perjalanan. Karena itu, semangat #Cari_Aman perlu terus diterapkan dengan cara lebih peduli pada kondisi tubuh dan tetap disiplin menjalankan kebiasaan berkendara yang aman.

Menurut Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani, keselamatan bukan hanya soal kemampuan mengendarai motor, tetapi juga bagaimana mempersiapkan diri sebelum berangkat dan tetap waspada selama di jalan. Saat berpuasa, pengendara perlu lebih bijak dalam menjaga kondisi fisik dan emosi agar perjalanan tetap aman.

Ada lima hal penting yang perlu diperhatikan selama berkendara di bulan Ramadan.

Pertama, atur rute perjalanan. Dengan merencanakan jalur yang akan dilalui, pengendara bisa menghindari kemacetan dan stres di jalan. Rute yang lebih lancar membantu menjaga konsentrasi tetap stabil.

Kedua, kelola waktu tidur dengan baik. Kurang istirahat dapat memicu kantuk bahkan microsleep yang berbahaya. Usahakan tetap mendapatkan waktu tidur yang cukup meski harus bangun sahur atau beribadah malam.

Ketiga, pastikan sahur dengan asupan yang cukup dan seimbang. Makanan bergizi dan cairan yang memadai akan membantu tubuh tetap bertenaga dan tidak mudah lemas saat berkendara.

Keempat, gunakan perlengkapan berkendara lengkap. Helm berstandar SNI, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu merupakan perlindungan penting untuk mengurangi risiko cedera jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

Kelima, selalu jaga jarak aman. Saat tubuh sedang lelah, waktu reaksi bisa melambat. Dengan menjaga jarak, pengendara memiliki ruang lebih untuk mengantisipasi situasi darurat.

Jika sudah merasa lelah atau mengantuk, jangan memaksakan diri. Menepi dan beristirahat sejenak adalah pilihan yang lebih bijak. Berkendaralah dengan kecepatan wajar dan tetap utamakan keselamatan.

Dengan menerapkan lima langkah tersebut, aktivitas selama bulan puasa bisa tetap berjalan aman dan nyaman. Keselamatan di jalan bukan hanya tanggung jawab pribadi, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap sesama pengguna jalan. Mari jadikan #Cari_Aman sebagai kebiasaan, agar setiap perjalanan berakhir dengan selamat dan penuh ketenangan.

5 Tips Aman Berkendara Motor Selama Bulan Puasa (1)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*