Yamaha M1 V4 yang diperkenalkan di Jakarta langsung mencuri perhatian, bukan cuma karena mesinnya kini berkonfigurasi V4, tapi juga karena perubahan besar pada desain aerodinamisnya. Salah satu yang paling mencolok adalah hilangnya sayap depan ganda yang selama ini mirip sayap burung camar. Sebagai gantinya, Yamaha memilih desain sayap yang lebih sederhana dan konvensional.
Sekilas melihat Yamaha M1 versi 2026, jelas bahwa perubahan tidak berhenti di sektor mesin saja. Dalam beberapa musim terakhir, Yamaha sempat bereksperimen dengan konsep aerodinamika ala Aprilia, terutama lewat penggunaan sayap depan bertingkat. Namun, pendekatan tersebut kini ditinggalkan.
Pada versi terbaru yang dipamerkan di Jakarta, bagian depan M1 tampil lebih “aman” dan mengikuti pakem mayoritas rivalnya. Desain sayap baru ini terlihat mirip dengan yang sudah lama digunakan Ducati dan KTM, dengan dua elemen utama yang terhubung langsung ke bagian cupolino. Jika sebelumnya sayap menonjol keluar dari fairing, kini bagian bawah sayap terhubung langsung ke sisi airbox, sementara bentuk fairing secara keseluruhan masih mirip dengan motor yang diuji Yamaha di Valencia pada November lalu.

Bagian samping fairing pun tak banyak berubah. Masih terlihat lekukan khas yang terhubung ke lubang udara, sementara di bagian bawah tetap ada diffuser, meski ukurannya lebih kecil jika dibandingkan dengan milik Ducati GP26.
Di sektor belakang, Yamaha juga belum banyak bereksperimen. Desain ekor M1 masih mengusung konsep gabungan ala Ducati dan Aprilia. Di bagian depan ekor, terdapat dua sirip yang posisinya hampir vertikal, mengingatkan pada Desmosedici GP. Tepat di belakangnya, terdapat sayap tambahan dengan alur udara yang jelas dan lekukan di antara dua profil.

Menariknya, ada sedikit perbedaan antara motor yang dipajang di Jakarta dengan foto resmi yang dirilis Yamaha. Pada unit yang tampil di panggung, bagian ekor justru menggunakan tiga sirip di tiap sisi, berbeda dengan versi yang terlihat di materi resmi pabrikan.
Perbedaan ini kemungkinan akan segera terjawab. Pasalnya, Yamaha M1 dijadwalkan turun ke lintasan dalam sesi Shakedown di Sepang pada 29–31 Januari. Sebagai satu-satunya pabrikan yang masih berada di kategori konsesi Fascia D, Yamaha punya keleluasaan untuk menguji motor bersama pembalap utama. Dari sanalah akan terlihat, desain mana yang benar-benar siap dipakai untuk menghadapi musim balap mendatang.
Credit : id.motorsport.com

- Dyandra Promosindo Beberkan Tren dan Strategi Jelang Penyelenggaraan IIMS 2026Menjelang pelaksanaannya pada 5–15 Februari 2026 di JIExpo Kemayoran, Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 hadir dengan skala yang semakin besar dan konsep yang semakin […]
- Yamaha Revisi Konsep Aerodinamika, Tak Lagi Gunakan Sayap Tiga LapisYamaha M1 V4 yang diperkenalkan di Jakarta langsung mencuri perhatian, bukan cuma karena mesinnya kini berkonfigurasi V4, tapi juga karena perubahan besar pada desain aerodinamisnya. […]
- Wahana Artha Group Kolaborasi dengan SMK Telkom Malang untuk Siapkan Talent IT Masa DepanWahana Artha Group (WAG) makin serius nyiapin talenta IT masa depan. Lewat program Talent IT, WAG menggandeng siswa kelas XII SMK Telkom Malang buat dapetin […]
- Penjualan Meningkat, WMS Raih Rp500 Miliar Lebih dari Bisnis Sparepart dan ApparelPenjualan sparepart, aksesori, dan apparel Honda lagi on fire! Sepanjang Januari–Desember 2025, PT Wahana Makmur Sejati (WMS) sukses mencatatkan penjualan sekitar Rp511 miliar, naik 3,9 […]
- Time To Step Up Bareng Komunitas Lewat All New Honda Vario 125 Night RideBerkendara di malam hari jadi pengalaman seru tersendiri bagi pecinta sepeda motor Honda. Memanfaatkan kondisi jalan yang lebih lengang, PT Wahana Makmur Sejati (WMS) mengajak […]


Leave a Reply