Jakmotor.com – Ducati telah melakukan penelitian dan investasi bertahun-tahun dengan ‘Front Ride Height Adjuster’, alias Pengembangan teknologi yang dapat menurunkan suspensi depan, yang memungkinkan untuk menurunkan pusat gravitasi motor untuk mendapatkan lebih banyak kecepatan ketika keluar dari tikungan.
Di masa lalu, Ducati telah membawa banyak inovasi ke kategori MotoGP, dari winglet hingga fairing aerodinamis, dari spoiler belakang hingga perangkat holeshot, teknik yang mudah ditiru oleh lima pabrikan lainnya agar tidak ketinggalan dalam evolusi. Kali ini perdebatan kembali untuk perangkat front lowering bergerak, yang tidak melanggar peraturan dan oleh karena itu bahkan tidak perlu meminta pemeriksaan khusus. Faktanya, sistem baru beroperasi secara mekanis dan tidak secara elektronik. Dalam kasus kedua ini akan dilarang karena tidak sesuai dengan peraturan.
Paolo Ciabatti selaku Direktur Olahraga Ducati Corse mengatakan pihaknya tidak akan mundur. Pabrikan asal Italia itu akan tetap memakai teknologi baru yang dapat menurunkan suspensi depan pada Desmosedici GP22 di MotoGP Qatar.
Masalah sebenarnya adalah produsen lain harus beradaptasi dengan inovasi daripada menghalangi pekerjaan orang lain yang, antara lain, menghormati peraturan. “Kami adalah yang pertama memasang perangkat penurun dan sekarang semua orang menggunakannya. Sangat menjengkelkan ketika pabrikan lain melihat bahwa kami telah mengembangkan sesuatu yang tidak mereka miliki, alih-alih beradaptasi, mereka mencoba menghalangi – pungkas Paolo Ciabatti -. Kita lihat saja bagaimana jadinya”
Sumber : www.tuttomotoriweb.it
Artikel Lainnya :
- Dyandra Promosindo Beberkan Tren dan Strategi Jelang Penyelenggaraan IIMS 2026Menjelang pelaksanaannya pada 5–15 Februari 2026 di JIExpo Kemayoran, Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 hadir dengan skala yang semakin besar dan konsep yang semakin […]
- Yamaha Revisi Konsep Aerodinamika, Tak Lagi Gunakan Sayap Tiga LapisYamaha M1 V4 yang diperkenalkan di Jakarta langsung mencuri perhatian, bukan cuma karena mesinnya kini berkonfigurasi V4, tapi juga karena perubahan besar pada desain aerodinamisnya. […]
- Wahana Artha Group Kolaborasi dengan SMK Telkom Malang untuk Siapkan Talent IT Masa DepanWahana Artha Group (WAG) makin serius nyiapin talenta IT masa depan. Lewat program Talent IT, WAG menggandeng siswa kelas XII SMK Telkom Malang buat dapetin […]
- Penjualan Meningkat, WMS Raih Rp500 Miliar Lebih dari Bisnis Sparepart dan ApparelPenjualan sparepart, aksesori, dan apparel Honda lagi on fire! Sepanjang Januari–Desember 2025, PT Wahana Makmur Sejati (WMS) sukses mencatatkan penjualan sekitar Rp511 miliar, naik 3,9 […]
- Time To Step Up Bareng Komunitas Lewat All New Honda Vario 125 Night RideBerkendara di malam hari jadi pengalaman seru tersendiri bagi pecinta sepeda motor Honda. Memanfaatkan kondisi jalan yang lebih lengang, PT Wahana Makmur Sejati (WMS) mengajak […]
- Bukti Kepercayaan Konsumen, 3,9 Juta Motor Honda Diservis di AHASS Jakarta–TangerangTingginya kepercayaan konsumen terhadap layanan purna jual sepeda motor Honda kembali terbukti sepanjang tahun 2025. Selama periode Januari hingga Desember 2025, tercatat sebanyak 3,9 juta […]
- Solar B40 Makin Luas Digunakan, Ini Tantangan dan Solusi bagi Mesin Diesel IndustriPenerapan solar B40 menjadi langkah nyata Indonesia dalam mendorong transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan. Selain menekan emisi gas buang, kebijakan ini juga memperkuat pemanfaatan […]
- Saklar Motor Bermasalah, Performa Terganggu? Waktunya Servis Rutin di AHASSUkurannya memang kecil dan sering luput dari perhatian, tapi saklar punya peran besar dalam menunjang kenyamanan dan keselamatan berkendara. Lewat komponen inilah pengendara bisa mengoperasikan […]
- Resmi Meluncur di Indonesia, Yamaha New TMAX 2026 Hadir dengan Sejumlah PembaruanKehadiran Yamaha New TMAX 2026 di Indonesia bukan sekadar penyegaran tampilan. Skutik premium ini kembali dengan versi terbaru yang sudah memenuhi standar emisi Euro 5+, […]










Leave a Reply