Kenali Penyebab Motor Matik Berdecit ala Wahana Honda, Lengkap dengan Solusinya

Kenali Penyebab Motor Matik Berdecit ala Wahana Honda, Lengkap dengan Solusinya (1)

Pernah gak sih pas lagi nyalain motor matik kesayangan, eh pas digas malah muncul suara “gredek-gredek” atau berdecit? Duh, rasanya pasti langsung bikin overthinking dan over-worry di jalan.

Meskipun kelihatannya sepele, suara aneh itu jangan pernah dianggap remeh, ya! Bisa jadi itu kode keras kalau ada yang kurang beres di bagian CVT (Continuously Variable Transmission)—komponen inti yang tugasnya nyalurin tenaga dari mesin langsung ke roda belakang. Kalau dibiarin terus, performa motor bakal drop dan siap-siap boncos buat ganti sparepart yang lebih mahal.

Ngomongin soal CVT, sistem transmisi otomatis ini tuh jagoan banget bikin akselarasi motor jadi halus dan responsif tanpa perlu oper-oper gigi. Tapi, karena kerjanya berat, komponen di dalamnya wajib banget dicek dan dirawat berkala sesuai standar pabrikan.

Nah, buat ngebantu anak-anak muda dan riders sekalian biar gak salah langkah, Main Dealer Honda Jakarta-Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati (WMS), spill langsung nih akar masalah dari si bunyi gredek dan berdecit ini!

Menurut Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi, masalah utamanya ada di area kampas ganda dan mangkok kopling.

“Saat motor mulai berjalan, kampas ganda akan menempel pada mangkok kopling untuk meneruskan tenaga dari mesin ke roda belakang. Ketika permukaan kampas atau mangkok sudah kotor, licin, atau mengalami keausan, proses gesekannya menjadi tidak sempurna sehingga muncul getaran yang dirasakan pengendara sebagai bunyi gredek,” jelas Wahyu.

Kalau dibiarin, bukan cuma bikin riding gak nyaman karena getaran aneh, tapi komponen CVT lainnya juga bakal ikutan gampang aus.

Makanya, mulai sekarang jangan malas buat servis rutin dan cek area CVT motor matikmu, ya! Biar tunggangan tetap sat-set dan bebas drama gredek di jalan.

Beberapa penyebab yang paling sering memicu munculnya bunyi gredek maupun berdecit pada sistem CVT antara lain:

  • Penumpukan Debu: Sisa gesekan komponen menghasilkan debu yang menempel pada mangkok kopling maupun kampas ganda sehingga mengurangi daya cengkeram saat bekerja.
  • Mangkok Kopling Licin: Permukaan mangkok menjadi mengilap (glazing) akibat panas berlebih sehingga gesekan dengan kampas ganda tidak lagi optimal.
  • Kampas Ganda Aus: Gesekan yang terjadi terus-menerus membuat permukaan kampas menipis atau terbakar sehingga kemampuan mencengkeram menurun.
  • V-Belt Kering atau Getas: V-belt yang mulai aus, kering, getas, atau licin dapat memunculkan bunyi berdecit sekaligus mengurangi efisiensi penyaluran tenaga mesin.

Untuk menjaga kondisi CVT tetap prima, konsumen dapat melakukan beberapa langkah berikut:

  • Servis dan Pembersihan Rutin: Lakukan pembongkaran serta pembersihan area CVT dari debu dan kotoran setiap menempuh jarak sekitar 2.000–5.000 kilometer, atau menyesuaikan kondisi penggunaan kendaraan.
  • Penggantian Komponen: Segera ganti kampas ganda maupun V-belt yang sudah aus, getas, atau mengalami kerusakan agar sistem transmisi kembali bekerja secara optimal.

Perawatan Berkala Jadi Kunci Menjaga Performa CVT

Perawatan CVT sebaiknya dilakukan di bengkel resmi agar setiap proses pemeriksaan dilakukan sesuai standar Honda. Dengan demikian, kondisi setiap komponen dapat dianalisis secara menyeluruh sehingga potensi kerusakan dapat ditangani sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

“Banyak konsumen baru datang ke bengkel setelah muncul bunyi gredek. Padahal apabila pemeriksaan dilakukan secara berkala, kondisi komponen CVT dapat diketahui lebih awal. Perawatan rutin tidak hanya menjaga performa motor, tetapi juga membuat biaya perawatan menjadi lebih ekonomis karena kerusakan dapat dicegah sejak dini,” tambah Head of TSD PT Wahana Makmur Sejati, Benedictus F. Maharanto.

Kenali Penyebab Motor Matik Berdecit ala Wahana Honda, Lengkap dengan Solusinya (2)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*